Pemkot Solok mau Jadikan Masjid Pusat Kegiatan Pemuda

"Sudah seharusnya masjid menjadi pusat kegiatan generasi muda agar hati mereka terpaut dengan masjid."

Pemkot Solok mau Jadikan Masjid Pusat Kegiatan Pemuda
Wakil Wali Kota Solok, Reinier saat mengunjungi Masjid Raudhatul Jannah di Kelurahan Pasar Pandan Aia Mati, Solok, Selasa malam (14/05/2019).

Media– Wakil Wali Kota Solok Reinier DT Intan Batuah mengajak para pemuda agar menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan.

Wawali pun mengajak para orangtua untuk membiasakan anak-anak sejak kecil dibawa terus ke masjid, agar mereka bersahabat dan terbiasa dengan masjid.

“Jangan sampai anak-anak merasa asing dengan masjid,” ujar Wawali saat kunjungan Tim Safari Ramadhan ke Masjid Raudhatul Jannah di Solok, Sumatera Barat, semalam Selasa (14/05/2019).

“Mereka hendaknya menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan mulai dari bercengkerama, berolahraga di lingkungannya, tidak hanya sebagai tempat ibadah saja,” tambahnya.

Pemerintah Kota Solok, Sumatera Barat Reinier menginginkan masjid menjadi pusat kegiatan generasi muda seperti berdiskusi, belajar, bahkan rapat di dalam masjid sehingga memunculkan kecintaan terhadap rumah ibadah.

“Sudah seharusnya masjid menjadi pusat kegiatan generasi muda agar hati mereka terpaut dengan masjid,” ungkap Wawali.

Di era modern sekarang ini, Pemkot Solok mengkhawatirkan kenakalan remaja mempengaruhi pemuda-pemudi di daerah setempat. Apalagi perkembangan teknologi mempengaruhi kebiasaan generasi muda di era saat ini.

Jika generasi muda sudah terbiasa melakukan kegiatan positif di masjid, maka mereka akan terhindar dari kenakalan remaja.

“Para pemuda pemudi hendaknya selalu didekatkan dengan masjid. Sehingga akhlaknya terbentuk semakin baik dan tidak mudah terpengaruh oleh hal buruk dari perubahan zaman,” seru Wawali.

Pemkot pun mengimbau para pemuda agar tidak terlalu malam berkeliaran seusai tarawih sehingga tidak timbul kegiatan negatif.

Sedangkan, salah seorang guru SMPN 2 Kota Solok, Nurul Baiti menyampaikan agar kegiatan malam bina iman dan takwa (Mabit) untuk pelajar dapat dievaluasi kembali.

Diharapkan, selain menjadi kegiatan pelajar memperbaiki akhlak dan ibadah, mabit hendaknya kembali dihadiri jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Kepala Sekolah, sehingga para pelajar termotivasi mengikuti mabit.

“Kedatangan Kepala dinas atau wakilnya akan menjadi motivasi bagi siswa untuk semakin baik dalam bersikap dan berprestasi, sebab mabit tidak hanya belajar agama tapi juga perbaikan sikap dari tauladan di sekitar,” ujarnya kutip Antaranews.com, Rabu (15/05/2019).*

Sumber : Hidayatullah

Tags: , , , , ,

Sebarkan artikel berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !