Jodoh di Bulan Syawal

Ada banyak kisah yang mengungkap misteri di balik jodoh. Sukanya dan dukanya. Namun, kalau sebagian manusia bisa galau gara-gara jodoh. Ada orang yang justru "tak peduli" dengan jodoh. Ajaib bukan?

Jodoh di Bulan Syawal
[Ilustrasi] Pernikahan di Balikpapan Kaltim, Selasa (04/06/2017), 11 Syawal 1438 H.

Media– Di antara bulan-bulan yang ada, Syawal identik dengan jodoh dan nikah. Dimana-mana banyak tenda bertebaran setelah lebaran. Bukan cuma tenda yang berkibar. Hati juga ikut berdebar. Itu pertanda ada jodoh yang memburu pasangannya.

Kata orang. Jodoh sama dengan kematian. Tak bisa dimajukan. Pun dielakkan. Tak bisa dipastikan pula. Kecuali memang sudah terjadi. Dia nyata tapi misterius adanya. Andai dikejar hingga terengah pun. Bukan jaminan memeluknya dengan mudah.

Ada banyak kisah yang mengungkap misteri di balik jodoh. Sukanya dan dukanya. Namun, kalau sebagian manusia bisa galau gara-gara jodoh. Ada orang yang justru “tak peduli” dengan jodoh. Ajaib bukan?

Kisah ini saya dapati di daerah pinggiran Kota Balikpapan. Tepatnya di batas wilayah paling timur. Hanya sepelemparan tombak dari Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Kalau diterjemahkan, namanya berarti “orang yang disyukuri”. Selain aktif berdakwah membina masyarakat pinggiran, orang itu juga terampil bertukang. Sehari-hari, disibukkan membantu pembangunan Masjid ar-Riyadh, di sekitar tempat tinggalnya.

Baca: Hari Raya di Balik Jeruji Besi

Menurut sang dai, jodoh tersebut ketetapan Allah. Keyakinan itu sering diulang-ulang kepada istri dan anak-anaknya. Termasuk kepada saya dan seorang kawan. Pagi itu kami sengaja bertamu ke rumahnya, akhir Ramadhan lalu.

Kalau bukan jodoh, ada saja cara Allah membatalkan rencana pernikahan. Sebagaimana jika takdirnya berjodoh. Terlalu mudah bagi-Nya mengikat mereka dengan prosesi akad nikah.

Demikian nasihat bapak dari sepuluh orang anak tersebut. Saat itu secara ada seorang guru madrasah yang menyampaikan niatnya, melamar seorang putrinya. Berharap, niat baik itu bersenandung di bulan Syawal ini.

Baginya, jodoh itu bukan lagi sebab yang mesti diburu mati-matian. Seolah-olah harus si dia. Tak boleh tidak, misalnya. Jodoh itu justru “hanya” akibat dari keyakinan doa kepada Zat Pemberi rezeki yang perlu diasah secara berulang-ulang.

Selanjutnya kami yang hadir di ruangan, tenggelam dalam perjalanan dakwah dan spiritualnya yang luar biasa. Termasuk kisahnya dipertemukan dengan jodoh yang kini menjadi istrinya semata wayang.* Bersambung

Sumber : Hidayatullah

Tags: , , , ,

Sebarkan artikel berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !