Tukang Becak Naik Haji: Tak Pernah Patok Tarif, Nabung Sejak 2004

Samsunur dan Kasmawati mendaftar haji pada tahun 2011. Seharusnya, ia mendapat jatah berangkat pada tahun 2020. "Tapi Alhamdulillah dimajukan menjadi 2019."

Tukang Becak Naik Haji: Tak Pernah Patok Tarif, Nabung Sejak 2004
Samsunur (58), penarik becak asal Kota Solok, Sumatera Barat dan istri Kasmawati (55) berangkat haji pada Juli 2019.

Media– Berapapun pendapatan seorang Muslim atas profesinya, bukanlah penghalang untuk pergi haji ke Tanah Suci. Asal ada niat dan ikhtiar, dengan kehendak Allah, bukan mustahil untuk menjalankan ibadah yang membutuhkan dana tak sedikit itu.

Itulah pelajaran dari Samsunur, seorang tukang becak asal Kota Solok, Sumatera Barat. Pria 58 tahun yang tinggal di Kelurahan Aro IV Korong, Kecamatan Lubuk Sikarah ini akhirnya bisa berangkat untuk naik haji tahun 1440H/2019M.

Samsunur mengungkapkan, pekerjaannya sebagai penarik becak tidak menghalangi niatnya untuk menunaikan ibadah haji. Walaupun penghasilannya sekitar Rp 40 ribu – 75 ribu per hari, ia mengaku, tetap bisa menyisihkan penghasilannya sejak 2004 demi mewujudkan cita-citanya ke Baitullah.

Ia mengumpulkan uang sedikit demi sedikit dengan menyisihkan dari hasil kerjanya sebagai tukang becak.